FOCUS AND SCOPE

JIHA berfokus pada pengembangan *Hadis dan Ilmu Hadis* melalui penelitian mengenai transmisi, autentisitas, kritik, pemahaman, sejarah, resepsi, metodologi, serta aktualisasi hadis dalam kehidupan masyarakat.

JIHA mendorong pengembangan studi hadis yang menghubungkan khazanah intelektual Islam klasik dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan persoalan masyarakat modern.

Scope

Ruang lingkup JIHA meliputi:

 1.⁠ ⁠Hadis dan Ulumul Hadis, mencakup konsep, terminologi, teori, metodologi, sejarah, dan perkembangan disiplin ilmu hadis.

 2.⁠ ⁠Kritik Sanad dan Matan, termasuk ittisal al-sanad, jarh wa al-ta'dil, rijal al-hadith, syudzudz, 'illah, idtirab, tafarrud, ziyadah al-tsiqah, dan qara'in.

 3.⁠ ⁠Takhrij dan Penelitian Hadis, termasuk pelacakan sumber, pemetaan sanad, analisis jalur periwayatan, dan metode penelitian hadis.

 4.⁠ ⁠Fiqh al-Hadith dan Fahm al-Hadith, mencakup pendekatan tekstual, kontekstual, linguistik, historis, hermeneutis, maqasidi, dan interdisipliner.

 5.⁠ ⁠Mukhtalif al-Hadith dan Musykil al-Hadith, termasuk metode al-jam', tarjih, nasikh-mansukh, dan berbagai pendekatan penyelesaian hadis problematik.

 6.⁠ ⁠Sejarah Hadis dan Periwayatan, meliputi tradisi periwayatan masa Nabi, sahabat, tabi'in, tadwin, tasnif, rihlah fi talab al-hadith, dan jaringan transmisi hadis.

 7.⁠ ⁠Tokoh dan Pemikiran Hadis, baik ulama klasik, modern, maupun kontemporer.

 8.⁠ ⁠Studi Kitab Hadis, termasuk kitab hadis primer, kitab syarah, rijal, 'ilal, takhrij, dan karya-karya keilmuan hadis.

 9.⁠ ⁠Madrasah dan Jaringan Keilmuan Hadis, seperti tradisi hadis Hijaz, Irak, Syam, Mesir, Andalusia, Asia Selatan, Indonesia, dan Asia Tenggara.

10.⁠ ⁠Hadis dan Pembentukan Mazhab Fikih, termasuk hubungan hadis dengan ikhtilaf, istinbat, qiyas, maqasid al-shari'ah, dan maslahah.

11.⁠ ⁠Living Hadith, yaitu resepsi dan aktualisasi hadis dalam tradisi, budaya, ritual, perilaku, dan kehidupan sosial masyarakat.

12.⁠ ⁠Hadis di Indonesia dan Asia Tenggara, meliputi tokoh, karya, jaringan, lembaga, manuskrip, tradisi pembelajaran, dan perkembangan studi hadis.

13.⁠ ⁠Studi Hadis Modern dan Kontemporer, termasuk perkembangan paradigma, metodologi, serta kajian sarjana Muslim dan Barat terhadap hadis.

14.⁠ ⁠Orientalisme dan Studi Hadis, termasuk pemikiran Ignaz Goldziher, Joseph Schacht, G.H.A. Juynboll, Harald Motzki, Jonathan A.C. Brown, dan sarjana lainnya beserta respons akademik terhadap pemikiran mereka.

15.⁠ ⁠Hadis dan Isu Kontemporer, meliputi persoalan sosial, hukum, ekonomi, pendidikan, keluarga, lingkungan, media, politik, dan kehidupan masyarakat.

16.⁠ ⁠Hadis dan Masyarakat Digital, termasuk transmisi hadis di media sosial, otoritas keagamaan digital, dakwah digital, dan platformisasi pengetahuan keislaman.

17.⁠ Digital Humanities dan Studi Hadis, termasuk basis data hadis, pemetaan jaringan sanad, analisis komputasional, dan digitalisasi manuskrip.

18.⁠ ⁠Artificial Intelligence dan Studi Hadis, sepanjang penelitian tersebut secara substantif berkaitan dengan metodologi, transmisi, analisis, autentikasi, pemahaman, atau pembelajaran hadis.

19.⁠ ⁠Kajian Interdisipliner Hadis, yang menghubungkan hadis dengan sejarah, antropologi, sosiologi, filsafat, linguistik, filologi, hukum, pendidikan, komunikasi, dan disiplin akademik lainnya.