GENERATIVE AI POLICY

JIHA mengakui perkembangan penggunaan kecerdasan buatan dalam kegiatan akademik, tetapi menegaskan bahwa teknologi kecerdasan buatan tidak dapat dicantumkan sebagai penulis.

Penulis tetap bertanggung jawab sepenuhnya terhadap:

•⁠  ⁠keakuratan isi;
•⁠  ⁠orisinalitas;
•⁠  ⁠argumentasi;
•⁠  ⁠kutipan;
•⁠  ⁠referensi;
•⁠  ⁠data; dan
•⁠  ⁠kesimpulan artikel.

Apabila teknologi generative AI digunakan secara substantif dalam proses penelitian atau penyusunan naskah, penggunaannya harus diungkapkan secara transparan sesuai relevansinya.

AI tidak boleh digunakan untuk:

•⁠  ⁠membuat data penelitian palsu;
•⁠  ⁠membuat referensi fiktif;
•⁠  ⁠memalsukan sumber;
•⁠  ⁠memanipulasi hasil penelitian;
•⁠  ⁠menggantikan tanggung jawab akademik penulis.

Reviewer dan editor juga harus menjaga kerahasiaan manuskrip dan tidak mengunggah naskah rahasia ke layanan AI eksternal apabila tindakan tersebut berpotensi melanggar kerahasiaan atau perlindungan data.